Selasa, 23 Maret 2010

Cara membuat template blogspot sendiri

Template adalah salah satu yang penting untuk sebuah blog, baik atas pertimbangan tampilan maupun atas aspek SEO. Nah karena penting maka seorang blogger sudah selayaknya bisa membuat template sendiri atau paling tidak bisa mengedit templatenya agar lebih OK. Ingat artikel saya yang berjudul hati-hati pada template gratisan? Sebelumnya saya akan berikan beberapa tips bagaimana dan template apa yang sebaiknya kita gunakan untuk sebuah blog, ini tips saya, kalau tidak setuju monggo saja.

Saya tidak akan memberikan tips bagaimana memilih template untuk blog, tapi template apa yang sebaiknya kita pasang di blog kesayangan kita masing-masing. Maaf bagi para pemula yang benar-benar pemula mungkin kesulitan mengikuti tips ini, tapi percayalah dengan keyakinan dan keseriusan anda maka anda akan mencapai tahap lebih tinggi dalam ngeblog dan tips ini menjadi nasi sayur bagi anda untuk menerapkannya. Lebih jelas baca Belajar Ngeblog Yang Benar.

* Gunakan template anda sendiri, bukan buatan orang lain dan kalau masih kesulitan melakukannya anda bisa mengedit template gratisan atau template asli dari blogger secara total agar memiliki karakteristik yang anda inginkan. Pertama mungkin jelek, tapi lama-lama diperhalus pasti akan bagus. Dan template itu mencermikan ANDA! Jika anda memakai template yang tersedia gratisan mentah-mentah, maka akan banyak blog lain yang sama tampilannya dengan anda, maaf ini terkesan blog anda pasaran, sekali lagi maaf ya. Gunakan template sendiri meski masih kalah bagus dengan yang tersedia gratisan. Sambil terus belajar mempercantik blog tentunya. Tampilkan jati diri anda lewat template!
* Jangan terlalu sering gonta-ganti template, kecuali masih permulaan atau dalam tahap belajar. Karena template hampir sama dengan pacar hehe.. Jangan menjadi playboy template. Anda pasti ingat Yahoo, Google, Kompas.com dan website besar lainnya apakah mereka mudah mengganti tampilan? Google misalnya, seingat saya dari tahun 2000 sampai sekarang tampilannya ya tetap seperti itu dalam keseluruhan. Kalaupun ada variasi hanya variasi kecil yang biasanya mengikuti even-even tertentu misalnya logonya mengikuti event lebaran dll. Tanya kenapa? Karena design itu mahal dan tampilan mereka adalah sebuah trademark. Ingat saat Pertamina mengganti logo? berapa milyar biayanya hanya mengganti logo dari logo kuda laut kembar menjadi logo seperti sekarang. Minimal ganti template jangan sampai lebih 2 kali dalam 1 tahun.

Cukup dua tips itu dulu, karena meski cuma dua tapi tidak mudah mempraktekkannya utamanya para pemula. Nah berkaitan dengan itu setujukah kawan-kawan jika pada postingan mendatang akan saya kupas habis rahasia membuat template blogspot agar kita bisa membuat design template sendiri?

Kenapa harus saya tanyakan? karena postingan ini akan bersambung cukup panjang dan tentu akan banyak pertanyaan sehingga perlu juga diketahui bahwa jangan sampai pertanyaan anda masih sangat dasar. Pastikan anda sudah menguasai apa yang tertulis di tutorial HTML lengkap 1 sampai tutorial HTML lengkap 12, atau meski belum menguasai harus sudah baca atau sudah tahu karena penjelasan mendatang akan memperjelas dengan kasus aplikatif (penerapan dalam ngeblog).

Untuk menguasai ketrampilan ini secara utuh memiliki tahapan seperti dibawah ini:

* Memahami cara kerja browser (cokies, chace dll)
* Membuat template blogspot secara offline (padahal susah lho ngedit template blogger offline, kebanyakan anda selama ini pasti melakukan edit template blogspot secara online). Ini akan menghemat biaya koneksi internet.
* Membuat template dengan memanfaatkan CMS (Content Management System) di localhost (komputer sendiri saat offline) kemudian bagaimana mengconvertnya menjadi design untuk blogspot.

Untuk point tiga mungkin tidak perlu karena dengan dua point saja sudah cukup. Kecuali nanti ada waktu mungkin akan saya bahas juga. Silahkan berkomentar...

Informasi Kontes SEO Belajar SEO Para Pemula

Bagi anda yang ikutan kontes SEO semangat terus optimasinya, jangan patah semangat. Hadiah yang tercantum sebelumnya itu hanya sebagai penyemangat. Anda yang matre dan memandang hadiah pasti akan malas. Tapi jangan salah ada hadiah yang bagi saya sangat bernilai untuk juara 1 (pastikan anda bisa nomor 1).

InsyaAllah juga ada sumbangan hadiah dari seorang master SEO yang akan saya umumkan kemudian. Selain itu akan saya ulas juga beberapa tips SEO berkaitan dengan kontes ini, karena dari pengamatan saya banyak sekali kesalahan para peserta dalam melakukan optimasi. Sehingga akan menjadi ajang belajar bersama (belajar kelompok).

Kepada para master SEO dan para senior yang peduli pada para adik pemula, saya ajak untuk medukung kontes latihan ini. Sudah saatnya anda yang selama ini mendapat penghasilan bisnis online untuk berbagi sedikit rejeki anda untuk memberi fasilitas belajar SEO para adik pemula. Karena saya sendiri sudah semaksimal mungkin berusaha memberi hadiah (sudah sekuat tenaga). Akan semakin menarik jika anda ikut berpartisipasi. Atau paling tidak berikan postingan di blog anda yang berisi tips SEO untuk peserta kontes ini.

Satu lagi saya tidak ikut (masa yang ngadain ikut?). Jadi jangan sampai blogku ada dihalaman muka, harusnya para peserta yang menguasai halaman depan. Sampai sejauh ini kok hanya beberapa yang dihalaman muka?

Sabtu, 20 Maret 2010

Alhamdulillah

Semua daya upaya telah aku lakukan demi menggali potensiku sebagai siswa sekaligus santri, dengan terbentuknya blog ini semoga menjadi pemicu semngat bagiku untuk menuai karya-karyaku kedalam blog ini.
bagi para pembaca setia tulisan cakar ayamku semoga puas dengan tulisan-tulisan yang ada, terima kasih karena telah sudi membaca.
thanks for you all...

Selasa, 16 Maret 2010

Santri nggak harus kuno man…!!!

Gaul Abiez, Metal, ngikutin arus globalisasi terlebih dalam hal teknologi dan modis, hal itulah yang selalu terngiang di otak remaja sekarang yang nantinya bakalan jadi pemuda yang harus mengemban tugas berat buat menyongsong kesejahteraan umat. Nah sekarang permasalahannya, apa bener kita sebagai anak muda harus ngikutin yang kayak gitu tuh?? Terlebih bagi anak yang pada nyantri seharusnya ada sedikit rasa destinatif (antipati) sama hal-hal kayak gitu…
Emang anak pondok kurang layak kalau seandainya ngikutin gaul-gaulnya orang ‘luaran,’ mereka seharusnya punya tatakrama yang lebih baik untuk diterapkan setiap harinya. Tapi sebenarnya, gaul-gaul ala ‘luaran’ itu baik nggak sih? Kalo lu nanya ke orang tua, santri, kiai atau mungkin presiden kebanyakan dari mereka pasti jawabnya “hal itu nggak bener” tapi kalo lu nanya ke orang-orang kapitalis, anak punker, remaja yang pada ngeband kebanyakan dari mereka pasti menjawab “kayak gituan bagus donk, masa kita mau jadi manusia goa terus setiap jamannya?” itulah alasan dari ‘calon pemuda’ khususnya di Indonesia.
Tapi kalo lu nanya ke gua gimana? Kalo gua sih netral-netral aja, artinya semua itu bisa dilakuin dengan alasan-alasan yang positif, bukan ditanggapi secara negatif. Kita semua boleh-boleh aja ngikutin arus globalisasi, boleh banget malah. Emang bener apa kata mereka, masa kita mau jadi manusia goa terus? Ya nggak lah, kita juga harus tau apa yang namanya konser, miss universe, dangdutan atau pesta dansa. Perkembangan teknologi kayak Laptop, Internet, atau apa aja dech…kita harus tahu itu. Tapi inget, ditanggapi secara positif.
Emang, kebanyakan perkembangan arus globalisasi berdampak negatif. Tapi apa kita harus menanggapinya secara negatif juga? Kita nggak bakalan bisa menyikapi hal yang baik kalo belum tau hal yang negatif. Bahkan dalam hadits rasulullah “jika bumi ini diisi oleh orang-orang yang tidak mempunyai dosa sama sekali maka Allah akan memusnahkannya dan menggantinya dengan orang berdosa dan meminta ampun kepada Allah sehingga Allah mengampuninya.” Kurang lebih kayak gitu tuh haditsnya. Itu menandakan bahwa orang yang selalu baik itu terkadang kurang bisa menyikapi perbuatan dosa atau salah yang ada di sekelilingnya, kecuali kalau orang itu sudah tahu seluk-beluk kesalahan itu sebelumnya sehingga bertobat jadi orang baik. Jadi kita bisa khan menanggapi arus globalisasi itu dengan positif?
Ketika menonton konser mungkin kita selalu berdosa didalamnya, melihat aurat-aurat yang bergentayangan mengelilingi pikiran kita, aura musik yang membuat kita lupa untuk dzikrullah, mengingat Allah. Atau mungkin kalau dalam internet kita sering menjumpai situs-situs porno. Tapi kenapa kita mengikuti globalisasi yang negatif? Itu semua bisa kita tanggapi secara positif, sekali-kali mungkin kita pantas untuk melakukan dosa (bukan berarti pastas trus kita berdosa terus lho…) sehingga suatu saat kita harus sadar betapa ruginya mengikuti hal kayak gituan. Kita jangan terlena oleh kesenangan hedonis yang bakal njerumusin kita, kita harus mengalihkan perhatian kita untuk berminat terhadap musik-musik yang berbau semangat nasionalisme, sosial, religi yang penting bisa mengingatkan kita betapa luasnya dunia, menyadarkan bahwa masih banyak orang yang menunggu uluran tangan kita, menyadarkan bahwa kita tuh masih ada kehidupan di akherat. Hal-hal seperti ini perlu kita tanggapi secara serius, jangan sampai kita meremehkanya. Karena bahayanya kalau mengulur-ulur waktu, kesempatan kita untuk bertaubatpun menjadi sempit. Sehingga untuk merasakan kenikmatan yang sesungguhnya (yang diliputi kebaikan) juga jadi sebentar khan?
Kalian masih ragu kalau nggak bisa mengalihkan minat kalian? Keraguan kalian ada karena kesadaran yang belum maksimal, kenikmatan akan hedonisme kalian lebih besar ketimbang kesadaran kalian akan dunia yang luas, kehidupan yang disediakaan Tuhan kepada kita itu untuk mempersiapkan bekal di akhirat nanti. Ada pepatah terkenal “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian” itu harus kita lakuin. Yah…kalau lu pada masih seneng-seneng konser yang nggak bermanfaat, itu cuma bikin lu pada lumpuh and goblok. Lu seneng ngedrug cuma bikin lu sakau dan tersiksa, lu masih suka nge-ganja cuma bakalan bikin lu jadi kere dan kriminal karena lu udah ketagihan, lu suka nonton bokep cuma bikin lu digiring ke dunia perzinaan (nau’dzubillah) apa enaknya semua itu kalau cuma bikin kita jadi sampah masyarakat? Malu kaleee…..
Oke, kita sudah bisa mengarahkan diri kita kepada arus globalisasi yang lebih positif dan bisa menanggapi globalisasi negatif dengan cara yang positif. Dengan begitu kita juga bisa donk mengarahkan arus globalisasi yang negatif itu menuju arus global yang positif. Seperti, konser tak bermakna kita alihkan menjadi konser religius dan semacamnya yang lebih menyadarkan kita, situs-situs porno yang masih berkeliaran di dunia maya bisa kita hapuskan dan diganti dengan situs yang lebih bersifat kognitif. Dan pastinya itu semua menantang dan menarik perhatian para remaja yang sedang mentransisi dirinya menjadi manusia yang lebih berguna, tidak membuat jenuh dan sensasional.masih banyak teman-teman disekitar kita yang harus disadarkan betapa mahalnya harga waktu yang diberikan tuhan agar hidup ini jangan di sia-siakan hanya dengan live style yang senang sesaat Khoirunnas anfauhum linnas

Pemuda Menggenggam Sejahtera

Modis kata-kata seperti itulah yang tertanam di jiwa-jiwa pemuda sekarang ini, seakan konotasi yang disajikan untuk pemuda berupa progresif, intelek dan revolusiner tak sanggup untuk dikecap sehingga tercerna kedalam pemikiran pemuda masa kini yang seharusnya dimiliki. Persyaratan untuk menjadi pemuda sepertinya sudah diganti dengan kalimat pertama diatas, dengan alas an estetika dan kesenian. Mereka mengagungkan hal seperti itu yang hanya membuahkan degradasi moral, penyimpangan social, brutalitas dan mendesorder (mengacaukan) pembangunan bangsa. Dibuktikan dengan adanya berbagai tauran banyak sekolahan, stadion sepak bola yang hanya disebabkan hal sepele seperti permasalahan cewek, kalah dalam pertarungan sepak bola dan berbagai permasalan konyol lannya.
Pemuda sekarang sangat hedon dalam gaya hidupnya (live style). Bahkan ada juga pemuda yang mendestasikan dirinya kepada pemuda berjiwa progresif, intelek dan revcolusioner. Dengan alas an, pemuda yang seperti itu (progresif, intelek, dan revolusioner) dianggapnya sepagai orang yang kuper, katrok, kuno dan nggak bisa mengikuti perkembangan zaman (nggak gaul) Seakan kita (pemuda sekarang) tidak memikirkan perjuangan pemuda pra-kemerdekaan. Bisa dikatakan mereka yang berjuang demi kita malah kita mendurhakainya. Kita tidak pernah membayangkan perih rintihnya masa perjuangan, bahkan kita mendekadensikan Indonesia kembali (yang secara tidak langsung berarti kita menjajah diri kita sendiri) dan mirisnya para pejabat Negara yang menganggap hal ini sebagai hal yang prevalentif. Ditambah semakin membudayanya KKN, makelar kasusu yang bebas beronar, dan pemegang hirarki Negara yang semakin sewenang-wenang.
Kurangnya kesadaran moral ini, lantaran kurangnya pendidikan dalam beragama dan khusnul adab. Bayangkan saja, hampir tidak ada sekolah yang mempraktekkan doktrin agama tentang tata karma, menciptakan kerukunan, berbudi luhur. Mungkin hanya sekedar materi pelajaran berupa akidah akhlak yang mengisi waktu sejam-dua jam. Bahkan banyak guru-guru yang masih mempraktekkan tingkah premanisme di kelasnya yang seharusnya guru menjadi suri tauladan yang baik bagi siswa. Pemuda sebagai agent of change (agen perubahan) seharusnya sejak dini sudah ditanamkan sifat kemanusiaan yang dapat membangun bangsa, bukan dituntun untuk memiliki gaya hidup yang wah. Jangan jadikan kasih sayang sebagai alasan untuk menanamkan live style seperti itu kepada pemuda Indonesia, karena masih banyak rakyat miskin merana meminta segenggam kesejahteraan. Sadarlah wahai pemuda!

JARAN BODHAG KESENIAN ASLI PROBOLINGGO

Ketika Anda berkunjung ke Alun-alun kota Probolinggo pada tanggal 13 Juli 2009 yang lalu, Anda akan dijamah oleh alunan merdu gamelan yang tak jauh dari situ. Anda cukup mengikuti jalan setapak kearah barat laut dan belok mengikuti arah utara, diujung pandangan Andalah bersumber suara gamelan yang “menelusuri” gendang telinga Anda. Panggung yang memenuhi pertigaan jalan itu, dipenuhi oleh gerak lihai pemain Jaran Bodhag, budaya asli Probolinggo.
Sore hari, tepatnya pukul 15.00 WIB. Bapak Sufandi selaku ketua pementasan bagian seni dalam acara SEMIPRO (Seminggu di kota Probolinggo) memberikan sambutan sekaligus arahan mengenai Jaran Bodhag. Dalam sambutannya, beliau menceritakan asal muasal Jaran Bodhag ini. “Dari segi etimologi, Bodhag berasal dari Bahasa Madura yang berarti suatu wadah besar yang diukir menyerupai jaran (kuda),” Tuturnya.
Jaran Bodhag ini berbentuk seperti Kuda Kencak yang sering kita lihat dalam acara mengarak seorang anak yang telah dikhitan, perkawinan, pesta Tingkeban (perayaan atau upacara tujuh bulan kehamilan seseorang) dan acara-acara besar lainnya. Awalnya, Kuda Kencaklah yang menjadi seni asli di kota yang terkenal dengan sebutan Kota Mangga”ini. Kemudian reinkarnasi dari Kuda Kencak ini menjadi perkembangan seni yang dihasilkan oleh rakyat Probolinggo.
Dari sejarahnya, Jaran Bodhag muncul ketika ada rakyat miskin di Probolinggo yang ingin mengeksistensikan budaya Kuda Kencak. Karena biaya yang tidak memungkinkan, warga itu berinisiatif untuk mentransisi bentuk Kuda Kencak menjadi lebih mudah didapat dan bisa dimiliki oleh siapapun yang menginginkannya, termasuk warga miskin seperti dia. Sehingga lahirlah Jaran Bodhag. Tak ayal, jika masyarakat Probolinggo bebas untuk mengimplementasikan arak-arakan Jaran Bodhag ini.
Jaran Bodhag memiliki kwalitas seni yang khas dan eksotis. Pernak-pernik yang bergelantungan disetiap sisi tubuh replika Kuda Kencak ini menginterplai kita untuk selalu menatap keindahannya, lebih-lebih ukiran yang terpahat di kedua sisi tubuhnya, seakan menghipnotis kita untuk mematuhi setiap gerakan jenaka yang dihasilkan oleh si “kuda”. That is perfect performance…..!!!
Penampilan Jaran Bodhag yang “terbungkus” dalam festifal Semipro, menunjukkan bahwa budaya asli Probolinggo ini masih tetap eksis dipertahankan oleh setiap generasi. Para Janis (pengiring Jaran Bodhag) juga berpesan kepada kita semua untuk tidak melupakan keindahan seni yang dimiliki oleh Probolinggo. Ironis sekali jika masyarakat Probolinggo meninggalkan seninya yang begitu eksekutif ini. Saking menariknya, acara yang berlangsung hanya dua jam itu, telah berberhasil menarik perhatian pengunjung dari luar kota. “Selain mencari pengalaman lebih banyak, saya juga ingin menikmati budaya asli Probolinggo ini,” ucap Anton salah satu pengunjung acara Jaran Bodhag asal Malang.
Harmonisasi juga tidak ketinggalan untuk ditunjukkan kepada para penonton. Hal inilah yang menjadi tujuan utama terselenggaranya Jaran Bodhag. Pesan-pesan yang diberikan oleh para Janis yang dipadu dengan humor, akan menjadikan kita cekikikan. Sungguh ini akan membuat penonton semakin terhibur olehnya. Dengan demikian, tidak sedikit insan yang menyaksikan tingkah jenaka Janis dan Jaran Bodhag.
Tapi sayang, mayoritas yang menonton pertunjukan ini adalah masyarakat yang berusia 30 tahun ke atas dan dari kalangan anak muda-mudi hanya terlihat segelintir saja. “Mungkin minat mereka umtuk menonton seni ini sudah terkikis oleh arus Globalisasi,” ungkap Bapak Sufandi lagi. Semoga saja arus Globalisasi radikal tidak dapat mengikiskan atensi pemuda terhadap budaya asli yang dimilikinya.